• gambar
  • gambar
  • 12
  • covid 19

Selamat Datang di Website SMKN 2 Bunguran Barat

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK NEGERI 2 BUNGURAN BARAT

NPSN : 11003175

Jl.Ki Hajar Dewantara RT.11 RW.04 Batubi Jaya Kec.Bunguran Batubi Kab.Natuna


smkn2bbr@gmail.com

TLP : 081364261112


          

Banner

Jajak Pendapat

Menurut anda Wabah Corona berbahaya atau tidak?
Berbahaya
Biasa Aja
Tidak berbahaya
  Lihat
Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Cukup
  Lihat

Statistik


Total Hits : 111294
Pengunjung : 62435
Hari ini : 63
Hits hari ini : 162
Member Online : 32
IP : 3.81.172.77
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Deny Wahyu Hidayat (Guru)
    2021-10-29 17:32:28

    SMK HEBAT, SMK BISA
  • Ahmad Hanafi (Guru)
    2020-12-17 09:32:45

    Wala taiatsu mirrouhillah...
  • Eka Prasetyawan (Guru)
    2020-06-08 17:47:36

    Badai Pasti Berlalu
  • Eka Prasetyawan (Guru)
    2020-05-26 08:43:16

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin
  • Eka Prasetyawan (Guru)
    2020-05-10 17:53:42

    Bismillah
  • Ahmad Hanafi (Guru)
    2020-05-08 20:01:03

    Tetap Tenang dan Sabar adalah Kuncinya..... InsyaAlloh.. #Dirumahaja
  • Deny Wahyu Hidayat (Guru)
    2020-04-26 11:09:18

    undefined
  • Eka Prasetyawan (Guru)
    2020-04-25 10:25:51

    Selamat menjalankan Ibadah Puasa Bulan Suci Ramadhan 1441 H 2020
  • Deny Wahyu Hidayat (Guru)
    2020-04-21 23:51:45

    SMK BISA
  • Eka Prasetyawan (Guru)
    2020-04-17 12:47:02

    Syukur dan Ikhlas

Generasi Muda Laskar Pelajar Pancasila




Terbit dan terbenamnya matahari  telah  mengatarkan perjalan usia sejarah kiprah pemuda terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sejarah itu de kanal dengan hari Sumpah Pemuda. Tahun 2021 ini kita memperingati hari sumpah pemuda ke-93 tahun.

 

Sri Sudarmiyatun pada bukunya berjudul “Makna Sumpah Pemuda” yang dibahas saat kongres mengemukan  bahwa; pada rapat pertama 27 oktober 1928  “Memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda dan Moehammad Yamin menguraikan tentang arti dan hubungan persatuan pemuda terdapat lima faktor untuk memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, hahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan”.

 

Selanjutnya rapat kedua, Minggu, 28 Okiober 1928  “membahas masalah pendidikan” yang disampaiakan oleh Poernomowoelan, Sarmidi Mangoensarkoro dan sepakat “pendidikan kebangsaan harus diberikan kepada anak, diperlukan keseimbangan pendidikan yang dilaksanakan sekolah dan ketika di rumah serta pendidikan dilakukan secara demokratis”.

 

Keberadaan dan kiprah pemuda yang telah diceritakan dalam sumpah pemuda telah memberi contoh kepada kia sebagai generasi muda sekarang bahwa pemuda sejak tahun 1928 maupun sebelumnya menyadari pentinganya pendidikan dan saat itu kita belum merdeka (masih masa penjajahan). Pikiran maju pemuda kita masa itu adalah telah memikikir kita bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor penting harus dipersiapkan.

 

Bagaimana halnya dengan kita sebagai generasi muda di Kabupaten Natuna ditengah covid-19 masih melanda?  Optimisme saya mengatakan bahwa "pemuda  pasti bisa", begitu halnya dengan generasi muda di kabupaten natuna pada momentum sumpah pemuda ini.

 

Sebagai generasi muda era digital, tentu dengan semanagt yang berapi-api dan tidak menegel lelah untuk menjadi gerasi muda harapan bangsa. Hari ini kita sangat mudah mengakses sumber belajar dan sangat terbuka, kapan serta dimana saja, sebenarnya  jika kita renungi kata bijak "tidak ada kata mampu atau tidak mampu yang ada adalah kata mau atau tidak mau. Generasi Muda di Natuna harus bangkit dari "zona amannya" menuju zona kompeten dan kompetitip penuh dedikasi yang adaptif dan inovatif diera sekarang.

 

“Pendidikan kebangsaan harus diberikan kepada setiap anak” yang disampaikan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan potret kesadaran pentingnya pendidikan karakter oleh setiap orang sesuai dengan palsafah negaranya. Keasadaran akan karakter anak bangsa disampaikan oleh pemuda kita masa itu tentu mencerminkan rasa untuk bersatu dari kebinekaan yang ada dan bisa dikatan bahwa  pemuda adalah laskar pendidikan karakter.

 

Generasi muda sebagai laskar ini, terus kita asah serta ditumbuh-kembangkan dalam semangat belajar sepanjang hayat, kemudian terpatri dalam sanubari pada diri kita sebagai pemuda.

 

Tantangan era industri 4.0 (globalisasi) mampu kita atasi ketika secara sadar karena mental kemampuan beradaptasi (adaptability) telah terasah, bahkan kita harus siap menjadi agen pembaharuan, agen perubahan dan bila perlu kitalah sebagai laskar dan agen intelektual.

 

Makna hari sumpah pemuda membuat kita sadar dan melihat masa lalu, masa kini dan masa depan. Masa lalu telah dibuktikan oleh sesepuh bangsa kita merupakan teladan kita, masa kini perlau kita jawab dengan proses membangun kematangan/ kompetensi pada diri kita sebagai generasi muda, setidaknya kita harus membangun Intelektual Quotion (IQ), Emotional Quotion (EQ), Spritual Quotion (SQ), Adversity Quotion (AQ) dan kecerdasan lainnya. Sebagai pemuda kita optimis kita pasti bisa.

 

Selanjutnya, masa depan merupakan output dan outcame dari proses dilakukan dan terjadi pada diri kita di masa kini. Proses mangun kematangan diri atau kompentensi generasi muda bisa dilakukan di lingan keluaraga (informal), dilingkungan Non formal (organisasi) dan lingkungan formal.

 

Bagi generasi muda yang sedang dalam studi (formal) maka sesuai Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 ( Profil Pelajar Pacasila) dengan karakter di harapkan yaitu sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

 

Pelajar pancasila merupakan karakter bangsa dan diinternalisasi kepada generasi muda. Salah satu bentuk tanggung jawab para pemimpin kita  adalah mempertegas kembali dengan kajian yang kuat dan sikap adaptif terhadap perubahan untuk kita amalkan dalam tindak tanduk keseharian kita.

 

Pentingnya karater bagi generasi muda sebagaimana penyair Arab Syauqi Bey; mengatakan “karakter bangsa/ahlak merupakan penentu kejayaannya bangsa itu”. Selain itu Mahatma Gandhi mengatakan, “kualitas karakter adalah satu-satunya faktor penentu derajat seseorang dan bangsa” dan pakar pendidikan karakter Thomas Licona menegaskan “satu tanda kehancuran sebuah bangsa adalah hancurnya akhlak generasi mudanya”, demikian dikutip  tulisan Dr.Aswandi berjudul Pendidikan Karakter di Era Siber

 

Pada peringatan sumpah pemuda tahun ini mari kita sadari dan resapi sudah sejauh mana kita sebagai warga negara dan pemuda yang baik  mengaktulisasikan nilai-nilai karakter pacasila dalam kehidupan.

 

Mari kita wujudkan karakter pancasila dengan sikap nyata, bersinergi dengan segenap upaya agar menghadapi tantangan abad 21 secara kokoh ditengah perubahan. Merespon perubahan dengan memperkuat kompetensi diri dan berkarakter sesuai palsafah Negara. Karakter profil pancasila patut kita sykuri dengan cara mengamalkan melalui perbuatan sehari-hari, dengan demikian membuat kita kokoh di era perubahan dan globalisasi ini. Generasi muda tentu sebagai laskar karakter pelajar pancasila dan "Selamat Hari Sumpah Pemuda".

 

 Penulis ; Subbihi.S.Pd.,M.Pd




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas